Serasa baru kemarin anak – anak masih bayi digendong – gendong, belajar bicara, belajar berjalan. Ternyata waktu tidak terasa berlalu begitu cepat, terlalu cepat malah. Alhamdulillah saya masih bisa banyak meluangkangkan waktu bersama keluarga. Mungkin banyak juga yang dengan kesibukannya ataupun karena terpisah dengan keluarga sehingga tidak bisa setiap hari berkumpul dengan keluarga.

Membuka –buka foto – foto lama kenangan bersama keluarga, bersama istri dan si kecil di komputer membuat kita sering terhipnotis. Seolah – olah kembali ke masa lalu menggunakan mesin waktu, sungguh merupakan keasyikan tersendiri. Melihat kembali bagaimana mereka tumbuh, tertawa, senang, sedih, marah,… campur aduk. Untunglah sekarang dengan kamera digital semua bisa diabadikan dengan mudah dan cepat.

Cobalah luangkan waktu anda bersama istri dan anak – anak didepan komputer untuk membuka file – file foto keluarga. Atau bisa juga dibuka di TV yang ada colokan USB nya. Pindahkan dulu file foto ke flashdisk, lalu bisa dibuka di TV. Saya jamin, semua akan tertawa – tawa, menertawakan diri sendiri dan juga saling menertawakan.

Ingatan kita akan mengalami flashback – flashback setiap layar komputer mengganti file foto. Mencoba mengingat kapan itu terjadi dan pasti terlintas… perasaan baru kemarin kejadian nya. Mengenang momen – momen membahagiakan dalam keluarga membuat badan kita rileks dan otak kita di “refresh” lagi.

Ini semua memang gara – gara si Waktu…., apa sih waktu itu? Pertanyaan sederhana tetapi jawabannya sangat rumit sekali. Banyak pertanyaan saya mengenai waktu. Apakah waktu berjalan konstan? Atau waktu berjalan dengan kecepatan berbeda – beda? Apakah waktu itu terus maju? Atau dia bercabang? Apakah waktu bisa mundur? Apakah waktu bisa di pause? Yang jelas waktu memang terasa cepat berlalu.   Kata orang kalau kita merasa waktu cepat berlalu, artinya kita bahagia. Tapi menurut saya, tidak juga. Waktu memang cepat sekali berlalu.

Menyebut waktu terasa cepat berlalu memang pastinya dibandingkan terhadap sesuatu. Kenapa kita sering merasa waktu cepat berlalu? Apakah kita membandingkannya terhadap pertumbuhan fisik jasmani kita? Karena fisik kita terlalu cepat dewasa kemudian tua, sehingga kita merasa waktu cepat berlalu. Mungkin bagi mahluk yang bisa berumur ribuan tahun, waktu terasa lambat. Misalnya, kalau di film “highlander” dimana banyak para immortal merasa terlalu lama hidup. Loh, loq jadi membahas waktu ya . Kita serahkan saja urusan waktu kepada para ahli fisika.

So, kids…. keep growing, dan jadilah manusia yang bahagia dan kaya hatinya. Selamat menikmati hidup di zaman mu. Tentu saja kan? Zaman kita sama zaman anak – anak kita pasti berbeda. Mereka belum tentu senang tinggal di zaman kita, zaman jadul hehe. Begitu pula sebaliknya.