Lebaran kemarin (1430 H) seperti biasa mudik ke kampong halaman istri di Sumedang. Berhubung di dekat rumah ada toko mainan ecek – ecek (mainan murah-meriah-cepet rusak), maka sudah menjadi kebiasaan anak paling bungsu yang laki2 suka merengek – rengek minta di anterin ke toko mainan itu. Mending dianterinnya sekali saja, ini sampai sehari 3 kali seperti minum obat. Kalau tidak diturutin si kecil mengeluarkan jurus andalannya, menangis sambil menjerit – jerit. Demi menghindari terjadinya kerusuhan di tempat umum akibat anak menjerit – jerit (nanti orang lain dikira anak diculik) dengan sangat terpaksa biasanya saya menuruti kemauannya. Waktu nganter anak beli mainan, iseng – iseng nengok mainan yang ada di lemari kaca. Ternyata ada sebuah mainan yang menarik. Mainan berbentuk kubus dengan warna berbeda – beda pada setiap sisinya. Mainan ini umumnya digunakan untuk iseng sambil asah otak dan menguji daya ingat. Nama keren mainan ini yaitu ”rubik”. Yang saya beli adalah rubik ukuran 3 x 3. Akhirnya saya putuskan membeli satu rubik. Itung – itung mengisi waktu daripada bengong di Sumedang. Nyampe di rumah rupanya keponakan yangFoto523 masih pada sekolah SD pada ngelihat saya membawa sesuatu yang aneh. Mereka jadi iseng juga nyoba2 dan terus pada merengek sama orangtuanya minta uang untuk beli rubik juga hehe. Tapi namanya juga anak – anak, gampang terbawa- bawa arus hehe. Termasuk anak saya yang gede juga ikutan pengen beli rubik. Walhasil banyak rubik bergeletakan di rumah karena yang beli cuma mainin sebentar saja terus disimpen karena pada pusing. Setelah kutak – katik selama 1 hari 1 malam barulah saya bisa membereskan (menyamakan warna rubik) untuk 1 sisi saja. Rasanya senang dan sombong sekali. Sama ponakan langsung ditunjukkin sambil bilang ,”lihat nih om roby dah bisa nyusun 1 sisi hehehe”. Ternyata ponakan2 yang kecil sekarang malah bukan minta diajarin caranya nyusun rubik, tapi malah minta saya yang nyusun rubiknya mereka satu-satu, weleeeeh. Hari kedua sang rubik masih tetap bertahan di satu sisi. Setelah dikotak – katik terus – terusan barulan saya menyadari kalau menyusun rubik sebaiknya dilakukan layer by layer (lapis demi lapis). Maka kemampuan saya tingkatkan dari menyeragamkan warna pada satu sisi rubik (yang saya jadikan layer pertama) ditambah menyeragamkan warna pada ke empat sisi layer pertama. Ternyata bisa juga dan gampang. Tapi 2 hari setelah itu sang rubik tetap bertahan di layer pertama. Layer kedua tak pernah kunjung tersusun menjadi satu warna pada setiap sisinya. Membikin frustasi sekali. Baru setelah pulang balik ke Serang lagi layer ke dua terselesaikan. Itupun berkat bantuan mbah google. Sekarang lagi lieur layer ketiga sekaligus pamungkas. Tapi belom berhasil juga nih. Padahal udah kotak katik 2 hari. Soalnya kemaren seharian mati lampu. Jadi gak konsen maen rubiknya, geraaaaaaah. Soalnya Kota Serang adalah The City Of Hot