Mengahadapi perhelatan Pra Piala Asia tahun 2009 dimana Indonesia berada satu grup dengan Oman, Australia dan Kuwait menimbulkan ekspektasi yang beragam dikalangan pecinta sepakbola di Indonesia. Sebagai negara yang “haus” prestasi dalam bidang sepakbola, rasanya masih banyak dari kita yang berharap cukup tinggi dengan mengharapkan timnas lolos ke Final Piala Asia 2011 di Qatar. Namun ada juga yang menganggap timnas kita sudah tidak punya harapan.

Pendapat terakhir rasanya banyak benarnya meskipun ada pepatah kalau bola itu bundar (siapa bilang bola kotak hehe). Faktanya pada Piala AFF Suzuki 2008 lalu, timnas kita bahkan tidak bisa masuk final. Padahal itu hanya level Asia Tenggara. Walah walah, koq bisa ya Indonesia kalah prestasi sama Vietnam yang negaranya porak poranda karena perang.

Tapi semangat harus tetap ada kan. Timnas kita sebenarnya tidak terlalu jelek. Hanya saja timnas kita memerlukan strategi yang cocok. Selain itu, faktor yang dominan sering terjadi dilapangan pada timnas kita adalah mental pemain yang masih lembek, mudah kalut dan grogi kalau mendapat tekanan.

Dalam hal strategi bermain, Om Bendol sepertinya harus berani menampilkan permainan sepakbola menyerang. Jangan sekali – sekali pelatih punya target seri, target itu ya menang, menang, MENANG!!!.  Dengan bermain sepakbola menyerang, peluang untuk menang akan lebih besar meskipun peluang untuk kebobolan juga besar hehe. But it’s ok. Kalahpun akan terhormat (asal jangan sampai skor 5-0 saja). Yang jelas dengan permainan menyerang peluang mencetak gol akan lebih banyak, tinggal penyelesaian akhir saja yang harus di asah.

Meskipun fakta hasil dari beberapa pertandingan terakhir timnas kurang menggembirakan, tapi saya “tutup mata” deh sama fakta – fakta itu. Sebagai pendukung setia Timnas, saya mendoakan dengan sepenuh hati untuk kemenangan timnas di seluruh pertandingan pra piala asia. AYO, KAMU BISA, GO MERAH PUTIH. Oman…. SIKAT, Kuwait…. HAJAR, Aussie …. BANTAI