dicopas dari http://belanjadiskon.com/belanja-44.html

Singapura sedang mengadakan great sale besar-besaran untuk menarik wisatawan datang dan berbelanja. Orang terlihat rela mengantre di mal-mal super waaah. Orang Indonesia pun ada di antara mereka.

Konon katanya, harga barang-barang di Singapura lebih murah. Eiittt… Tunggu dulu. Setelah wartawan detikcom, Ken Yunita, ikut melihat-lihat di mal-mal itu pada Kamis, 19 Juni 2008, ternyata tidak juga, tuh..!

Misalnya saja kaos polo buatan Bossini yang dibanderol 20 dolar Singapura. Jika dikurs dalam rupiah, harga itu setara dengan Rp 134 ribu.

“Harganya hampir sama dengan di Jakarta,” kata Kris, seorang pengujung counter Bossini di salah satu mal di Orchard Road, Singapura.

Kris pun mengurungkan niatnya untuk berbelanja. “Mending beli di Indonesia aja, deh,” kata Kris yang datang ke Singapura untuk urusan pekerjaan itu.

Demikian juga untuk produk-produk lain. Meski sudah diskon hingga 70 persen, harga yang ditawarkan masih tetap lumayan mahal.

“Wah kalau dikurs ke rupiah tetap mahal banget. Harga sepatu masih Rp 300 ribuan. Sama dong kaya di Jakarta,” kata seorang pengunjung counter sepatu di Suntec Mal bernama Keke.

Jadi, bukankah lebih baik belanja di dalam negeri sendiri? Selain lebih murah karena tidak harus mengeluarkan ongkos pesawat dan fiskal, belanja di negeri sendiri juga dapat membantu pemerintah lewat pajak pembelian.

Lagipula, banyak produk internasional yang sudah membuka counter di Indonesia. Jadi berpikirlah dua kali untuk berbelanja ke Singapura.(ken/ana/detiknews.com)