Pertandingan Indonesia VS Thailand Leg 2 di Piala AFF Suzuki 2008 berakhir 2-1 untuk kemenangan Thailand. Saya secara pribadi merasa kemenangan Thailand sangat wajar dan memang sangat layak. Kalau sempat Thailand kalah dari timnas kita itu justru yang tidak wajar.

Saya tidak mengerti taktik dan strategi apa yang diterapkan oleh pelatih. Ketika Timnas unggul 1-0, itupun akibat gol bunuh diri Chonlatit Jantakam, kenapa kita seolah – olah ingin memaksakan perpanjangan waktu. Apa yang dicari?. Kemana permainan sepakbola menyerang yang sangat indah.

Semalam di pertandingan yang saya lihat adalah gawang Markus Horizon di BOMBARDIR musuh. Kasihan sekali saya melihatnya. Ironis. Bukannya pemain kita tidak bisa bermain, namun komposisi pemain starting eleven sepertinya bukan yang paling optimal. Banyak pemain bagus malah dicadangkan. Cape deh.

Berbeda jauh dengan para pemain Thailand, disepanjang pertandingan hampir tidak ada pemain yang melakukan kesalahan mendasar seperti salah passing, salah pergerakan, dll. Hanya striker mereka yaitu Winothai yang kelihatan terlalu egois sehingga ketika seharusnya memberikan assist malah dia sendiri yang melakukan shot ke gawang. Mereka memperagakan permainan kelas dunia, modern football. Permainan kita di dikte sepenuhnya oleh mereka.

Ketika pemain kita mampu merebut bola, dengan cepat 3 atau 4 pemain mereka mengepung pemain yang membawa bola. Alhasil penguasaan bola oleh para pemain kita hanya beberapa detik saja. Inilah mungkin generasi Thailand yang paling bagus menurut saya. Dalam pertemuan dengan Thailand, rasanya belum pernah Timnas tidak seberdaya tadi malam.

Yang saya sesalkan, kenapa Timnas kita tidak melakukan strategi terbuka dan menyerang. Mungkin pertandingan semalam akan lebih indah jika timnas juga melakukan startegi menyerang. Sehingga kedua tim akan saling menyerang dan menyuguhkan permainan menarik.Tidak seperti tadi malam, timnas kita harus berjuang mati-matian untuk menjaga gawang tanpa ada kesempatan menyerang. Karena tidak tega melihat gawang Markus Horison di bombardir, sebelum pertandingan usai saya matikan televisi saya.  Semoga PSSI bisa mengambil langkah terobosan untuk membangun Timnas yang mumpuni. Amin