Didin, seorang sarjana lulusan Teknik Sipil UNWIM yang sudah lama menganggur akhirnya diterima bekerja di Kebun Binatang Tamansari Bandung. Meskipun bidang pekerjaan tidak nyambung sama sekali dengan gelar, terpaksa dijalani saja, daripada nganggur.

Tugas sehari – harinya lumayan ringan, Didin hanya beraksi memakai kostum monyet – monyetan dan bertingkah seperti monyet untuk menghibur penonton, terutama anak –anak yang berkunjung ke kebun binatang. Karena bergelar Sarjana Teknik Sipil dan mempunyai otak yang pinter (UNWIM gitu loh…), maka sang monyet – monyetan ini banyak melakukan aksi – aksi pintar yang memukau penonton. Oleh karena itu semakin hari sang monyet ini semakin terkenal dan disenangi penonton, terutama anak – anak.

Suatu hari, seperti biasanya, sang monyet sedang melakukan aksinya menghibur penonton. Sang monyet – monyetan ini bersalto jungkir balik kesana kemari dan melompat – lompat menirukan monyet aslinya (sudah menjiwai barangkali).Tapi malang tak dapat dicegah, ketika sedang bersalto sang monyet terpeleset menginjak kulit pisang yang dibuang sembarangan oleh penonton yang tidak bertanggungjawab. Sang monyet yang terpeleset terlempar dan jatuh ke Kolam Buaya yang berada disekitar tempat aksi sang monyet.

Dengan perasaan panik, kaget dan cemas sang monyet berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari kolam buaya. Namun karena kostum yang berat, maka sang monyet tidak dapat segera keluar dari kolam. Akhirnya, Didin sang monyet – monyetan menyerah pasrah.

“Kayaknya sampai disini aksi gue sebagai monyet – monyetan yang pinter dan lucu di Bonbin ini”, kata Didin dalam hatinya pasrah. Dalam kepanikan yang mencekam, mendekatlah seekor buaya besar kepada sang monyet. Tiba – tiba buaya berbisik kepada sang monyet sambil membuka sedikit topengnya, “ Tenang mas, kita juga dari Teknik Sipil ITB, udah lama juga kerja disini jadi buaya – buaya-an”.