Coba kita hitung berapa uang yang kita keluarkan setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan buah – buahan bagi konsumsi keluarga kita. Cukup besar juga ya. Padahal kebutuhan buah – buahan sebenarnya dapat kita penuhi seluruhnya atau sebagian oleh kita sendiri.

Cobalah manfaatkan lahan pekarangan di rumah kita yang masih kosong. Mulailah tanami dengan pohon buah – buahan berbatang keras. Sebaiknya tanam pohon yang cocok dengan daerah sekitar tempat anda tinggal. Cari info jenis tanaman buah – buahan yang cocok dengan iklim dan jenis tanah disekitar tempat anda tinggal. Biasanya tiap daerah punya andalan sendiri. Banyak buah – buahan khas Indonesia yang sangat lezat dan penuh gizi seperti mangga, jambu air, jambu batu, belimbing, lengkeng, rambutan dll.

Selain ditanam untuk memenuhi kebutuhan buah – buahan keluarga, kita juga telah berinvestasi untuk menciptakan lingkungan yang sejuk dan sehat, memberikan cadangan air tanah, dan yang pasti ikut menjaga kelangsungan hidup planet kita (jauh banget ya… tapi emang bener koq).

Lahan diantara pohon – pohon tersebut juga dapat kita manfaatkan dengan ditanami oleh sayur – sayuran atau tanaman merambat seperti melon, semangka, timun suri, dll yang tidak memerlukan perawatan yang cukup sulit. Sambil iseng aja, kalau kita beli semangka, bijinya dibuang aja dilahan pekarangan kita, biasanya tumbuh sendiri.

Untuk menyuburkan lahan pekarangan kita, apabila hujan kita juga sebaiknya tidak mengalirkan air hujan dari atap rumah langsung menuju saluran didepan rumah. Air hujan yang jatuh di area rumah kita sebaiknya dibiarkan meresap dulu di tanah sekitar rumah kita. Jangan buru – buru membuang semua air hujan ke selokan drainase. Hal ini juga dimaksudkan untuk memberikan cadangan air tanah yang cukup bagi kita dan tanaman – tanaman disekitar rumah kita.

Let’s Go Green jangan jadi slogan aja ya  hahaha. Kalau cuma slogan aja gak ada action, sama aja bohong. Think Global, Act Local. Selamat ber Go Green ria.