Desain Kolam Ikan


Kertas Kerja Perorangan PIM III tentang Geometrik Jalan

KKP tentang RENCANA KERJA PENINGKATAN KINERJA ASPEK KESELAMATAN PENGGUNA JALAN MELALUI PERBAIKAN DESAIN GEOMETRIK JALAN PROVINSI PADA BIDANG BINA TEKNIK DINAS BINA MARGA


Tanggal : 22 Juni 2013

Waktu : Jam 22:45 WIB

Lokasi : Parongpong

Udara dingin mulai turun menyergap mengalir diantara pepohonan di Kaki Gunung Tangkuban Perahu.  Bulan purnama penuh. Setelah bentrokan sehari sebelumnya dengan pasukan Delta Force di Cimahi, cahaya bulan sangat membantu visibilitas karena peralatan night vision sebagian besar anggota rusak atau tercecer.

Pasukan kami adalah tim kecil terdiri dari para Ranger dari kesatuan B3, Bukan Bebadog Biasa. Misi kali ini adalah menguasai menara pemantau yang berlokasi di Parongpong.

“….team merah, ini team kuning….” suara dari radio komunikasi memecah kesunyian. “harap semua di posisi menyerang dalam waktu 5 menit dari sekarang….” (…..TO BE CONTINUE…)IMG_3836


Kalau sekarang di tahun 2012 merayu cewe itu mesti pake kata – kata …”bapak kamu anu ya?” dan kata – kata seperti itu lah. Yaaa, mungkin sudah zaman nya sekarang harus begitu. Tapi dulu dizaman saya muda, angkatan 90 an, tata cara berkenalan atau pendekatan atau merayu cewe itu memang berbeda. Berikut saya bagi ilmu dan pengalaman “teman” saya.

Tips 1.

Anda berada di dalam angkutan kota atau berada di dalam sebuah ruangan dimana disitu ada cewek cantik.

“Maaf, sekarang jam berapa ya?” (padahal anda punya jam tangan, atau diruangan itu terpampang jam dinding yang gede. Tapi dulu trik ini sering berhasil hehehe. kalo cewek nya merespon baik, lanjuuut.  Tapi kalo respon nya kurang baik, misalnya doi jawab “…jam 12 malem mas…” padahal masih siang, jangan diterusin  “gak punya mata apa, tuh kan ada jam dinding !”, lebih baik mundur teratur, dan cari target lain. Women like this, are very dangerous)

“ehm-ehm” , bila perlu batuk – batuk berdahak (dehem dehem dan batuk – batuk kayak orang TBC, siapa tau ceweknya kasian sama kamu hehe).

Nawarin permen atau makanan lain. Tapi zaman sekarang banyak orang dibius lewat minuman atau makanan kecil. jadi, dengan trik ini kemungkinan besar anda dicurigai sebagai pembius. Kemungkinan terjelek, anda digebukin orang – orang.

Tips 2.

Anda berada dalam sebuah pesawat terbang, atau bus antar kota atau kereta api dalam suatu perjalanan yang jauh.

Misalkan anda dalam bus antar kota yang menuju Kota Bandung, sebelah anda wanita cantik. Anda harus mengatur strategi pembagian waktu. Jangan baru duduk langsung nyerbu, santai. Kira – kira 5 menit lagi doi mau turun dari bus, baru ngomong… hehe… (telat), ya jangan lah. Yaaah, kira – kira 20 menitan setelah berangkat anda coba berkomunikasi. Katakan :”mau ke Bandung mbak?” yeee, udah tau bus-nya jurusan bandung, pake nanya lagi, kayak kondektur saja. Ganti pertanyaan, …”mau ke Jepang mbak?” dijamin, doi bakal menyangka anda psikopat… glekk..

“Sendirian aja mbak?” jawaban si mbak kemungkinan besar : nggak, barengan orang se bus.

“Bisa pinjem majalahnya/korannya?”. Kalau boleh (pasti boleh, asal jangan pinjem duit aja), ambil aja trus bolak – balik sebentar seperti orang baca, trus simpan lagi sambil katakan terimakasih. Selanjutnya terserah anda…

“Mau terus kemana di Bandung nya mbak?” kalau dia jawab, anda direspon. Kalau dia tidak menjawab, berarti dia ketakutan lihat wajah anda yang mirip garong hehehe.

Tips 3.

Anda punya gebetan di sekolah atau di kampus, tapi malu bicara langsung.

Titip salam sama sahabat dekatnya sesering mungkin. “Eh, tolong salamin sama si anu ya, dari saya. Nih buat kamu ada voucher telpon 50 ribu sebagai ganti ongkos nyalamin” (tapi dulu zaman saya sma belum ada handphone ya, kalo pas kuliah ada sih)

Sering – seringlah nongkrong di “jalur sutera”. Maksudnya, jalur yang sering dilewati si do’i sehari – hari di sekolah atau di kampus. Pura – pura saja lagi ngapain gitu, bisa pura – pura sedang membaca, sedang zikir, sedang ngobrol bareng teman, sedang bersih – bersih, dll. Bila perlu, pasang tenda disitu, live there brother!. Lama kelamaan karena kamu sering berada di rute sehari-harinya, do’i suatu waktu pasti ngeh deh. Karena ada pepatah, …. cinta bersemi karena sering bertemu….

Aktiflah di ekskul yang diikuti si do’i, buatlah dia berfikir kalau kamu juga punya interest yang sama (walau terpaksa… pengorbanan).

 Itulah beberapa tips jadul yang bisa saya sarankan. Kemungkinan keberhasilan tentu saja tergantung kepada : 1. Wajah anda (ganteng atau tidak), 2. Dompet anda, 3. Pake apa anda (maksudnya, bawa motor, mobil atau on foot alias nikreuh, bhs. Sunda)

 Good luck, meskipun jadul tapi sering berhasil. Sukses brader!


Ini cerita sekitar 3 tahun lalu, tahun 2009. Sudah pernah saya post di blog saya yang lain, tapi saya posting disini juga, pengalaman seru soalnya hehe.

Hari sabtu sore saya ada janji menjemput istri di daerah Kemang, tempat biasanya bus – bus menurunkan penumpang. Istri saya baru pulang dari Jakarta. Saya berhitung, kalau lancar paling – paling 15 menit sudah nyampe. Kalau tidak lancar, ya 25 menitan. Padahal jaraknya paling – paling cuma 3 – 4 Km.

Dengan semangat 45, mobil dari garasi langsung dikeluarkan ke jalan dalam beberapa detik saja. Pintu garasipun tak ditutup kembali berharap si bibi menutupkan.

Sampai di jalan raya kebetulan tepat didepan ada mobil angkot. Baru berjalan beberapa meter di jalan raya, angkot berhenti tanpa memberi tanda. Ya ampun… berhentinya pun di lajur lalu lintas, tidak mau menepi ke bahu jalan. Karena mendadak, saya tidak sempat banting ke kanan. Masih untung buat saya mobil tidak menabrak angkot, hanya hampir cium pantat angkot saja. Sambil menggerutu dalam hati mengutuk sopir angkot saya banting ke kanan setelah terlebih dulu memberi sen ke kanan takut dibelakang ada kendaraan lain.

Belum juga saya selesai menyalip sang angkot yang berhenti, angkot sudah mulai bergerak jalan lagi seolah tidak ada rasa salah. Sekilas saya lihat ke arah wajah sopir. Si sopir membuang muka melihat ke arah kiri. Mungkin tengsin bertatapan muka sama saya, karena salah. Saya perlambat lagi laju mobil saya tidak jadi menyalip angkot. “Sialan, mau disalip malah jalan” maki saya dalam hati.

Berjalan beberapa ratus meter ada seorang ibu dipinggir jalan. Angkot didepan saya mulai memperlambat jalannya, mungkin berharap si ibu mau naik angkotnya. Sebenarnya si ibu tidak menunjukkan tangannya memberhentikan angkot, hanya saja si sopir angkot kege-er-an barangkali si ibu mau naik angkot. Angkot pun meliuk kekiri tapi tidak menepi ke bahu membuat saya yang dibelakang berantisipasi juga siap – siap ke kanan, khawatir berhenti mendadak lagi.

Benar saja, angkot berhenti mendadak lagi dan tanpa menepi ke bahu jalan. “Sialan” maki saya. Tapi kali ini saya lebih siap. Begitu melihat gelagat angkot meliuk ke kiri, saya kasih sen kanan terus menyalip dengan cepat.

Tak berapa lama saya sampai diperempatan Kebon Jahe. Memang kalau lagi terburu – buru gak pernah lampu simpang mendukung memberikan lampu hijau supaya dapat langsung menerobos simpang. Antrilah saya di simpang. Didepan saya ada beberapa angkot dan bus ikut mengantri. Pikir saya, banyak sekali angkot ini, jangan – jangan lebih banyak angkotnya daripada penumpangnya. Soalnya saya lihat didalam angkot kursi penumpang pada kosong.

Lampu lalu lintas berubah warna dari merah ke hijau. Kendaraan yang antri satu persatu melepaskan diri dari simpang. Sampai diseberang simpang ada bus didepan saya berhenti menurunkan penumpang. Semua kendaraan dibelakangnya ikutan berhenti karena lajur sebelah kanan dipenuhi kendaraan dari arah sebaliknya sehingga tidak bisa menyalip.

Tidak berapa lama saya sampai di simpang lagi, simpang warung pojok. Simpang ini sepertinya mempunyai prospek menjanjikan untuk dijadikan “terminal”. Buktinya disekitar simpang banyak mangkal tukang ojek yang nangkring di trotoar, becak – becak nangkring di badan jalan, bus ¾ ikutan menghalangi jalan dengan mencari penumpang (ngetem) di badan jalan, beberapa angkot juga ikut-ikutan ngetem.

Selain berpotensi jadi terminal, simpang ini juga punya potensi besar dijadikan Pusat Perbelanjaan (One Stop Shopping). Coba saja lihat, dibahu jalan disekitar simpang banyak berjualan kaki lima. Di area “food court” ada yang jualan gorengan, martabak, sate, buah-buahan, tahu sumedang, chicken crispy, warteg, pecel lele, dll. Di area otomotif, yang memakan area trotoar ada bengkel motor, penjual sparepart otomotif. Di area hiburan ada yang jualan DVD bajakan (karena yang asli harganya 10 s/d 15 kali lipat).

Selesai memperhatikan Pusat Perbelanjaan Simpang Warung Pojok, mata saya melihat lampu sudah berubah ke hijau. Saya bergerak maju. Belum sampai mobil saya di ujung simpang, angkot didepan saya berhenti karena terlihat ada beberapa penumpang di tepi jalan. Ya Tuhan, apakah gak bisa orang – orang ini naik angkot agak jauhan dari simpang, pikir saya. Beberapa kendaraan yang ada dibelakang saya malah masih ada ditengah – tengah simpang. Mereka mulai panik karena lampu lalu lintas pada simpang diarah yang bersilangan sepertinya akan segera hijau, sedangkan mereka tertahan tepat ditengah – tengah simpang. Mereka yang panik mulai menyalakan klakson keras – keras meminta pengertian sopir angkot yang berhenti menutup jalan. Akhirnya sopir angkot sialan itu jalan juga. Saya cepat – cepat salip angkot itu begitu ada kesempatan tanpa memperdulikan lagi mobil – mobil dibelakang.

Didepan saya masih ada 1 simpang lagi yang tidak kalah semrawutnya yaitu Simpang Ciceri sebelum saya sampai ditujuan saya, daerah Kemang. Yaaa, saya pasrah saja lah. Mudah – mudahan istri saya sabar menunggu.


Serasa baru kemarin anak – anak masih bayi digendong – gendong, belajar bicara, belajar berjalan. Ternyata waktu tidak terasa berlalu begitu cepat, terlalu cepat malah. Alhamdulillah saya masih bisa banyak meluangkangkan waktu bersama keluarga. Mungkin banyak juga yang dengan kesibukannya ataupun karena terpisah dengan keluarga sehingga tidak bisa setiap hari berkumpul dengan keluarga.

Membuka –buka foto – foto lama kenangan bersama keluarga, bersama istri dan si kecil di komputer membuat kita sering terhipnotis. Seolah – olah kembali ke masa lalu menggunakan mesin waktu, sungguh merupakan keasyikan tersendiri. Melihat kembali bagaimana mereka tumbuh, tertawa, senang, sedih, marah,… campur aduk. Untunglah sekarang dengan kamera digital semua bisa diabadikan dengan mudah dan cepat.

Cobalah luangkan waktu anda bersama istri dan anak – anak didepan komputer untuk membuka file – file foto keluarga. Atau bisa juga dibuka di TV yang ada colokan USB nya. Pindahkan dulu file foto ke flashdisk, lalu bisa dibuka di TV. Saya jamin, semua akan tertawa – tawa, menertawakan diri sendiri dan juga saling menertawakan.

Ingatan kita akan mengalami flashback – flashback setiap layar komputer mengganti file foto. Mencoba mengingat kapan itu terjadi dan pasti terlintas… perasaan baru kemarin kejadian nya. Mengenang momen – momen membahagiakan dalam keluarga membuat badan kita rileks dan otak kita di “refresh” lagi.

Ini semua memang gara – gara si Waktu…., apa sih waktu itu? Pertanyaan sederhana tetapi jawabannya sangat rumit sekali. Banyak pertanyaan saya mengenai waktu. Apakah waktu berjalan konstan? Atau waktu berjalan dengan kecepatan berbeda – beda? Apakah waktu itu terus maju? Atau dia bercabang? Apakah waktu bisa mundur? Apakah waktu bisa di pause? Yang jelas waktu memang terasa cepat berlalu.   Kata orang kalau kita merasa waktu cepat berlalu, artinya kita bahagia. Tapi menurut saya, tidak juga. Waktu memang cepat sekali berlalu.

Menyebut waktu terasa cepat berlalu memang pastinya dibandingkan terhadap sesuatu. Kenapa kita sering merasa waktu cepat berlalu? Apakah kita membandingkannya terhadap pertumbuhan fisik jasmani kita? Karena fisik kita terlalu cepat dewasa kemudian tua, sehingga kita merasa waktu cepat berlalu. Mungkin bagi mahluk yang bisa berumur ribuan tahun, waktu terasa lambat. Misalnya, kalau di film “highlander” dimana banyak para immortal merasa terlalu lama hidup. Loh, loq jadi membahas waktu ya . Kita serahkan saja urusan waktu kepada para ahli fisika.

So, kids…. keep growing, dan jadilah manusia yang bahagia dan kaya hatinya. Selamat menikmati hidup di zaman mu. Tentu saja kan? Zaman kita sama zaman anak – anak kita pasti berbeda. Mereka belum tentu senang tinggal di zaman kita, zaman jadul hehe. Begitu pula sebaliknya.


Jika anda sering berpikir (membuat statement) bahwa anda adalah orang kaya, maka ALAM SEMESTA (The Universe) akan menjadikan anda orang kaya sesuai dengan pikiran anda. Jika anda sering berpikir bahwa anda adalah orang yang sehat, cantik/ganteng, enerjik, percaya diri, maka ALAM SEMESTA menjadikan anda sehat, cantik/ganteng, enerjik, percaya diri. Tetapi jika anda sering berpikir bahwa anda TIDAK MUNGKIN jadi orang kaya / orang sukses maka ALAM SEMESTA juga akan mewujudkan keinginan anda.ALAM SEMESTA selalu mewujudkan khayalan / pemikiran anda dengan cara yang saat ini masih misterius bagi kita.Banyak orang – orang diluar sana yang menjadi miskin karena mereka berpikir bahwa mereka TIDAK MUNGKIN menjadi orang kaya. Mereka selalu berpikir bahwa TUHAN tidak adil dengan menjadikan mereka miskin sementara banyak orang lain hidup berkecukupan. Mereka tidak percaya dengan kemampuan diri mereka sendiri. Mereka mengatakan bahwa inilah nasib atau takdir yang tidak dapat diubah. Mereka itulah orang – orang yang mempunyai jiwa yang sempit yang selalu berpikiran negatif.Setiap otak manusia menurut beberapa pakar katanya memancarkan gelombang yang berisikan data informasi ke alam semesta. Oleh karenanya setiap pikiran kita yang dipancarkan ke alam semesta akan direspon balik oleh alam.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.